<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>u64i_Telkom</title>
	<atom:link href="http://u64i.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://u64i.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jun 2008 17:02:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='u64i.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>u64i_Telkom</title>
		<link>http://u64i.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://u64i.wordpress.com/osd.xml" title="u64i_Telkom" />
	<atom:link rel='hub' href='http://u64i.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kehidupan Sosial</title>
		<link>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/kehidupan-sosial/</link>
		<comments>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/kehidupan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 17:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>u64i</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://u64i.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kalau mau bebas, tidak terikat dengan kehidupan sosial, tidak ada beban untuk saling mengunjungi, tidak ada beban untuk saling menanyakan, hiduplah dinegeri lain bukan di kampung sendiri. Kehidupam di kampung (tempat kelahiran) kita, menuntut untuk saling berbagi dan saling memberi. Apalagi kalau kita tinggal di desa, bahkan wilayah privat juga bisa menjadi miliki umum. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=9&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau mau bebas, tidak terikat dengan kehidupan sosial, tidak ada beban untuk saling mengunjungi, tidak ada beban untuk saling menanyakan, hiduplah dinegeri lain bukan di kampung sendiri. Kehidupam di kampung (tempat kelahiran) kita, menuntut untuk saling berbagi dan saling memberi. Apalagi kalau kita tinggal di desa, bahkan wilayah privat juga bisa menjadi miliki umum. Tapi kalau tinggal di negeri lain; kita tidak perlu repot-repot kenal dengan tetangga. Artinya beban sosialnya tidak sekuat tinggal di negeri sendiri, apalagi desa sendiri.</p>
<p>Manusia yang tinggal di wilayah orang lain (bisa di luar negaranya atau luar daerah asalnya), biasanya tuntutan untuk bersosialisasi lebih rendah. Apalagi tinggal dalam jangka waktu yang pendek atau tinggal tidak permanen. Tapi kita juga tidak bisa pukul rata kepada semua orang, ingat si Che yang malang melintang bolak-balik antar negara Amerika Latin untuk memompa semangat revolusi rakyat. Dia adalah warga dunia kali, bukan warga suatu negara.</p>
<p>Orang seperti Che tidak banyak, sebagain besar dari kita memiliki ikatan kuat dengan daerah asal. Fenomena mudik membuktikan. Sebagian kita akan tetap mencari: mana saudara kita, ikatannya bagaiamana, sekarang jadi apa, ada dimana, dan terusssss? Persoalannya sekarang, orang yang tidak tinggal di daerah asalnya sekian lama (sekolah/kuliah, kerja, dll) begitu pulang merasa teralienasi. Terkena sindrom disinherited masses?</p>
<p>Mudah-mudahan kita tidak mengalami sindrom ketercerabutan dari lingkungan. Begitu pulang ke daerah asal, semua berubah: formasi sosial berubah, struktur sosial berubah, sahabat lama sudah punya teman baru, tetangga yang dulu dekat dengan kita sekarang sudah punya tetanggal yang lebih hangat lagi, dan..dan kita hanya bisa bernyanyi huphup hup hup hu up.</p>
<p>Kacian ya kalau ada orang yang hanya mengurung diri dikamar atau di rumah saja. Nah, kalau ini biasa di sebut sindrom Hikikimori.</p>
<p>Tersu bagaimna dengan tingkat relasi sosial fasilitator P2KP  dengan warga dampingannya?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/u64i.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/u64i.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/u64i.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/u64i.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=9&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/kehidupan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/600af076b2d337d8d619262b33a9be26?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">u64i</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GUI vs NUI</title>
		<link>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/gui-vs-nui/</link>
		<comments>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/gui-vs-nui/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 16:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>u64i</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://u64i.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Membeli suatu produk di masa kini tak hanya untuk mendapatkan fungsinya saja. Tetapi ada berbagai parameter lain seperti kemudahan pemakaian, keawetan, segi artistik, fungsi tambahan, maupun kemasan turut mempengaruhi apakah suatu produk dapat laku di beli orang.Kalau Nokia dapat merajai pasar ponsel di Indonesia, sudah barang tentu salah satu faktornya adalah karena asas kemudahan pakainya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=6&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="timr">Membeli suatu produk di masa kini tak hanya untuk mendapatkan fungsinya<br />
saja. Tetapi ada berbagai parameter lain seperti kemudahan pemakaian,<br />
keawetan, segi artistik, fungsi tambahan, maupun kemasan turut mempengaruhi<br />
apakah suatu produk dapat laku di beli orang.Kalau Nokia dapat merajai pasar ponsel di Indonesia, sudah barang tentu<br />
salah satu faktornya adalah karena asas kemudahan pakainya. Laris manisnya<br />
model 5110 ? ponsel sejuta umat ? juga sedikitnya karena kemudahan<br />
penggunaannya dengan tombol “Navi Key”. Lewat serangkaian iklannya Nokia<br />
selalu mengidentikkan dirinya dengan “The Human Technology”, sebagai ponsel<br />
yang sangat peduli dengan kemudahan akses serta kebutuhan user. Sangat<br />
berbeda dengan saat telepon ditemukan pertama kalinya, di mana segi<br />
fungsionalitaslah menjadi unsur penting, sehingga perangkat handset yang<br />
ukurannya besar serta kurang artistik tidak mempengaruhi minat pengguna.Akhir Februari lalu saya berkesempatan memenuhi undangan Microsoft untuk<br />
menjadi salah seorang juri dari kompetisi .NET tingkat Asia Pasifik yang<br />
diikuti 12 tim dari 11 negara. Indonesia mengirimkan tim pemenang kompetisi<br />
nasional yang kebetulan adalah mahasiswa skripsi bimbingan saya. Di event<br />
penutupan kompetisi inilah Bill Gates datang ke Beijing untuk menceritakan<br />
current updates dari riset Microsoft di depan para finalis serta 8000<br />
mahasiswa Cina.</p>
<p>Bagi Anda yang saat ini menggunakan PC pasti sudah tak asing dengan sistem<br />
operasi Windows. Bila dicermati, terjadi lompatan yang sangat besar di<br />
penghujung dekade 1980an sejak ditemukannya Windows setelah sebelumnya para<br />
pengguna PC sudah mantap dengan adanya DOS. Perubahan penting dari DOS ke<br />
Windows adalah antara lain yang kita sebut sebagai GUI atau Graphical User<br />
Interface, artinya, bila sebelumnya pemakai hanya bisa berhubungan dengan<br />
mesin dengan mengetik melalui keyboard saja, maka mulailah dipopulerkan<br />
penggunaan Mouse sebagai piranti interaksi yang powerful, serta tampilan<br />
yang lebih artistik dan “manusiawi” karena berbasiskan grafis yang<br />
full-colour, tidak hanya teks saja serta mendukung multimedia. Dunia<br />
menjadi lebih indah bagi pengguna komputer. Sejak itulah konsep komputer<br />
pribadi mulai berkembang pesat.</p>
<p>Setelah kira-kira 20 tahun berlalu, kini Microsoft mulai kembali<br />
menciptakan perubahan besar di bidang interaksi manusia dan mesin/komputer.<br />
Inilah yang disebut Bill Gates sebagai Natural User Interface (NUI). NUI<br />
akan segera masuk ke pasar diperkirakan akhir 2003 ini. Bentuk NUI adalah<br />
penggunaan suara sebagai satu interface utama dalam berinteraksi pada semua<br />
device yang menggunakan Windows. PC, PDA, Tablet PC, hingga SmartPhone<br />
semuanya akan menggunakan NUI di samping GUI yang telah sangat maju.</p>
<p>Dengan matangnya piranti lunak TTS (text to speech) serta ASR (Automatic<br />
Speech Recogniser), maka speech sudah mulai dapat digunakan sebagai media.<br />
Dengan TTS, kita bisa “mendengarkan” e-mail yang masuk, artikel, agenda<br />
kerja, dokumen, dan sebagainya saat kita sedang berada di jalan misalnya<br />
lewat mobile phone. Sedangkan dengan ASR, kita bisa memerintahkan komputer<br />
untuk membaca, menulis, menjalankan aplikasi dan sebagainya melalui suara<br />
kita. Dengan demikian, peran keyboard dan mouse mulai dapat dikurangi. ASR<br />
juga telah dikembangkan melalui aplikasi Speaker Verification untuk<br />
memungkinkan suara manusia sebagai password secara biometric. Sudah sejak<br />
lama suara manusia, retina mata, sidik bibir, dianggap sangat unik dan<br />
mulai dikembangkan sebagai salah satu alternatif pengganti sidik jari.<br />
Inilah yang disebut dengan “Natural”, interaksi dengan komputer menjadi<br />
lebih manusiawi dan dapat diajak “bercakap-cakap” seperti manusia.</p>
<p>Apa dampaknya bagi kita? Sudah pasti digital divide akan semakin berkurang.<br />
Orang semakin mudah berinteraksi dengan komputer. Orang yang buta, tuli,<br />
serta buta huruf akan mempunyai kesempatan yang sama dengan orang normal<br />
untuk berinteraksi dengan komputer. Bahkan bagi orang buta, akan semakin<br />
banyak informasi yang dapat diserap karena adanya pembaca dokumen otomatis.</p>
<p>Riset Microsoft tentu dilatarbelakangi oleh banyak hal. Salah satunya yang<br />
terpentiing adalah dari kenyataan bahwa berbicara lebih cepat daripada<br />
mengetik. Sejak PC ditemukan, teknologi baru dapat menghasilkan solusi<br />
mengetik yang lebih cepat daripada menulis manual. Sedangkan kini, dengan<br />
majunya riset di bidang Artificial Intelligence (Speech<br />
Analysis/Recognition dan Speech Synthesis), didukung sepenuhnya dengan<br />
semakin cepatnya prosesor komputer, membuat speech menjadi solusi baru<br />
dalam berinteraksi.</p>
<p>Lalu kemudian bila Speech sudah bisa menjadi andalan, interface apa yang<br />
lebih cepat dari suara sebagai media interaksi? Tentunya pikiran. Di masa<br />
mendatang, mungkin komputer malah sudah bisa secara otomatis “memutuskan”<br />
untuk melakukan sesuatu tanpa harus disuruh, dengan memperhatikan pola<br />
berfikir dan pengambilan keputusan kita sebelumnya. Kita tunggu lagi<br />
kemajuan AI di bidang personal knowledge management serta personal expert<br />
system. Yang terakhir ini akan me-manage serta merekam seluruh reaksi kita<br />
terhadap suatu aksi. Kemudian akan menghasilkan secara reaksi otomatis<br />
berdasarkan pola-pola sebelumnya.</h3>
<h2><a rel="bookmark" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/2007/08/09/computer-supported-collaborative-research-cscr-2/"><span style="color:#643e31;">Computer Supported Collaborative Research (CSCR) </span></a></h2>
<p class="postmetadata"><!-- by amutiara -->Category <span class="catr"><a rel="category tag" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/category/hci/"><span style="color:#666666;">HCI</span></a>, <a rel="category tag" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/category/cscr/"><span style="color:#666666;">CSCR</span></a> </span>| <span class="commr">Comments Off </span></p>
<p class="entry">CSCR merupakan bidang baru terkait riset masyarakat HCI. CSCR merupakan kelanjutan dari pendahulunya, yaitu <strong><em>Computer Supported Collaborative Work (CSCW)</em></strong> dan <strong><em>Computer Supported Collaborative Learning (CSCL).</em></strong> Keduanya ini merupakan subyek riset HCI hampir sepuluh tahun yang lalu.</p>
<p>Gambar berikut menampilkan kedudukan dari ketiganya (merupakan bagian dari HCI)</p>
<p><a href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/files/2007/08/cscr.png"><img src="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/files/2007/08/cscr.png" alt="Gambar CSCR 1" width="337" height="195" /></a></p>
<p>Perbedaan utama antara CSCW dan CSCL yaitu bahwa CSCW dikarakteristikan oleh “kebutuhan akan ruang kerja (workingspace)” sedangkan CSCL membutuhkan ruang kerja dan ruang belajar (learningspace)</p>
<p>Workingspace adalah domain tempat aktivitas-aktivitas berikut berlangsung: <strong><em>communication space, scheduling space, sharing space, </em></strong>dan<strong><em> product space</em></strong>.</p>
<p>Learning space adalah domain yang memuat seluruh aspek workingspace ditambah dengan aktivitas berikut: <strong><em>reflection space, social space, assessment space, tutor space, </em></strong>dan<strong><em> administration space</em></strong></p>
<p>Perbedaan utama antara CSCR dan CSCL adalah bahwa suatu rekord penuh dari seluruh interaksi antar partisipan merupakan tool penting dan dibutuhkan untuk mengevaluasi kontribusi setiap anggota dalam suatu collaboratiob group yang nanti dapat menentukan “suatu share modal yang adil (a fair capital share) apabila proyek riset berjalan dengan sukses.is successful.</p>
<p>CSCR membutuhkan Workingspace, Learningspace, dan aktivitas-aktivitas berikut: <strong><em>knowledge space, publication space, privacy space, publication space, negotiation space.</em></strong></p>
<p><a href="http://amutiara.files.wordpress.com/2007/08/compare.png"><img src="http://amutiara.files.wordpress.com/2007/08/compare.png?w=468" alt="compare" /></a></p>
<p>(<em>Sumber <a href="http://arxiv.org/abs/cs/0611042" target="_blank"><span style="color:#666666;">VH-Hoare</span></a>)</em></p>
<h3 class="timr">Published August 9th, 2007</h3>
<h2><a rel="bookmark" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/2007/08/09/computer-supported-collaborative-research-cscr/"><span style="color:#643e31;">Computer Supported Collaborative Research (CSCR) </span></a></h2>
<p class="postmetadata"><!-- by amutiara -->Category <span class="catr"><a rel="category tag" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/category/hci/"><span style="color:#666666;">HCI</span></a>, <a rel="category tag" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/category/cscr/"><span style="color:#666666;">CSCR</span></a> </span>| <span class="commr">Comments Off </span></p>
<p class="entry">CSCR merupakan bidang baru terkait riset masyarakat HCI. CSCR merupakan kelanjutan dari pendahulunya, yaitu <strong><em>Computer Supported Collaborative Work (CSCW)</em></strong> dan <strong><em>Computer Supported Collaborative Learning (CSCL).</em></strong> Keduanya ini merupakan subyek riset HCI hampir sepuluh tahun yang lalu.</p>
<p>Gambar berikut menampilkan kedudukan dari ketiganya (merupakan bagian dari HCI)</p>
<p><a href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/files/2007/08/cscr.png"><img src="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/files/2007/08/cscr.png" alt="Gambar CSCR 1" width="337" height="195" /></a></p>
<p>Perbedaan utama antara CSCW dan CSCL yaitu bahwa CSCW dikarakteristikan oleh “kebutuhan akan ruang kerja (workingspace)” sedangkan CSCL membutuhkan ruang kerja dan ruang belajar (learningspace)</p>
<p>Workingspace adalah domain tempat aktivitas-aktivitas berikut berlangsung: <strong><em>communication space, scheduling space, sharing space, </em></strong>dan<strong><em> product space</em></strong>.</p>
<p>Learning space adalah domain yang memuat seluruh aspek workingspace ditambah dengan aktivitas berikut: <strong><em>reflection space, social space, assessment space, tutor space, </em></strong>dan<strong><em> administration space</em></strong></p>
<p>Perbedaan utama antara CSCR dan CSCL adalah bahwa suatu rekord penuh dari seluruh interaksi antar partisipan merupakan tool penting dan dibutuhkan untuk mengevaluasi kontribusi setiap anggota dalam suatu collaboratiob group yang nanti dapat menentukan “suatu share modal yang adil (a fair capital share) apabila proyek riset berjalan dengan sukses.is successful.</p>
<p>CSCR membutuhkan Workingspace, Learningspace, dan aktivitas-aktivitas berikut: <strong><em>knowledge space, publication space, privacy space, publication space, negotiation space.</em></strong></p>
<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://teriyakiboz.blogspot.com/2007/10/ngobrol-jarak-jauh-dengan-komputer.html">Ngobrol jarak jauh dengan komputer</a></h3>
<p class="post-body entry-content">Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan berbagai cara dan berbagai alat. Misalnya saja komputer. Komputer dapat digunakan sebagai sarana komunikasi jarak jauh, bahkan bisa antar negara dan antar benua. Salah satu caranya adalah dengan “Chatting”. Chatting dapat dilakukan apabila komputer sudah terhubung dengan internet dan pada komputer tersebut sudah terinstal software/program untuk chatting. Singkatnya, definisi chatting adalah suatu fasilitas dalam Internet untuk berkomunikasi sesama pemakai Internet yang sedang on-line. Komunikasi dapat berupa teks atau suara (chatting voice). Nah, kali ini kita akan membahas software program apa saja sih yang digunakan untuk chatting… Ayo siapa yang tahu?</p>
<p>Salah satu program yang digemari untuk chatting adalah dengan “IRC” . Selain itu ada juga MSN Messenger, Yahoo Messenger, ICQ (I Seek you), American On-Line (AOL) dan bahkan saat ini beberapa website memberikan fasilitas langsung untuk para pengunjung yang telah mendaftar sebelumnya untuk chatting. Mau tahu lebih lengkap ngobrol pakai komputer? Silahkan baca terus kelanjutan artikel ini….<br />
Umumnya orang akan memilih program chatting yang paling banyak digemari dan mudah menjalankannya. Sekarang, mari kita lihat cara menjalankan beberapa program untuk chatting dan kelebihannya.<br />
mIRC<br />
<a href="http://bp3.blogger.com/_vCu7OCsY0Ro/RxuEcKruk5I/AAAAAAAAAKk/dxlC6ZOQ9bA/s1600-h/yahoo_messenger.jpg"><img style="display:block;text-align:center;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_vCu7OCsY0Ro/RxuEcKruk5I/AAAAAAAAAKk/dxlC6ZOQ9bA/s200/yahoo_messenger.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Jalankan program mIRC<br />
Setting nickname kamu, email, dan lain-lainnya. Untuk nickname akan lebih baik bila permanen dan telah di register agar tidak diserobot orang atau dikenali sebagai guest oleh server.<br />
Pilih server yang diinginkan. Bisa DalNet untuk Internasional dan lokal sedangkan khusus lokal bisa telkom, wasantara, indonet atau lainnya.</p>
<h2>Human Computer Interaction - HCI</h2>
<h4>Oktober 2nd, 2007<!-- by Agus Nugroho --> · <a href="http://nugrohotech.wordpress.com/2007/10/02/human-computer-interaction-hci/#comments">No Comments</a></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:13pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Interaksi Manusia – Komputer </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Oleh: Ir. Emir M. Husni, M.Sc., Ph.D.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Komputer dan alat – alat yang terkait dengannya harus didesain dengan mempertimbangkan bahwa manusia, yang memiliki perintah spesifik dalam pikirannya, ingin menggunakan komputer dan alat – alat terkait sedemikian rupa sehingga dapat sepenuhnya membantu pekerjaan keseharian mereka.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Untuk dapat melakukan hal tersebut, orang – orang yang mendesain sistem ini harus mengetahui bagaimana caranya memikirkan perintah – perintah yang akan diberikan oleh pengguna nantinya, serta bagaimana caranya menterjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam sistem yang dapat diproses. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Komputer dan alat – alat yang terkait dengannya harus didesain agar:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Sesuai dengan perintah – perintah yang diberikan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Mudah digunakan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Memberikan umpan balik bagi performansi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Menampilkan data dalam format yang sesuai dengan penggunanya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Sesuai dengan prinsip – prinsip ergonomi dalam perangkat lunak</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Apa yang dimaksud dengan HCI?</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">HCI melibatkan desain, implementasi, dan evaluasi dari sistem interaktif dalam konteks perintah dan pekerjaan pengguna (user)</span><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Dengan pengguna (user), kita dapat mengartikan pengguna individual, sekelompok pengguna yang bekerja bersama, atau pengguna yang berurutan dalam sebuah organisasi yang masing – masing berhadapan dengan suatu bagian dari pekerjaan atau proses.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Dengan komputer, kita mendefinisikan setiap teknologi, mulai dari desktop komputer secara umum sampai sistem dalam skala besar dari komputer, sistem pengontrol proses atau sistem yang terbangun di dalamnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Dengan interaksi, kita mendefinisikan setiap komunikasi antara pengguna (user) dan komputer, baik secara langsung maupun tidak langsung.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;" align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Siapa yang terlibat dalam HCI</span></p>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Ergonomics for the user’s physical capabilities</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Computer science &amp; engineering </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">to be able to build </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">the necessary technology</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:'Tahoma','sans-serif';">Business to be able to market it</span></p>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">HCI dapat dipastikan merupakan sebuah subyek yang multidisiplin. Desainer ideal dari sebuah sistem interaktif seharusnya memiliki keahlian dalam berbagai topik: ilmu pengetahuan psikologi dan kognitif, </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">sosiologi, ilmu dan teknologi komputer, dan lain – lain.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Kita ingin mendukung sudutpandang multidisiplin dari HCI, namun kita juga memiliki pendirian sebagai seorang ilmuwan komputer. Tujuannya adalah agar dapat menjadi multidisiplin namun tetap praktis. Kita fokuskan khusus pada ilmu komputer, psikologi, dan keilmuan kognitif sebagai pembahasan utama, dan aplikasi keilmuan – keilmuan tersebut pada desain. Disiplin ilmu yang lain akan dibahas hanya untuk memberikan masukan yang relevan.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Teori dan HCI</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Tidak ada teori secara umum dan khusus mengenai HCI yang dapat disajikan di sini. Ada tiga isu utama yang kita perhatikan: manusia, komputer, dan pekerjaan yang dilaksanakan. Begitu juga dengan HCI, interface yang bagus dan cantik secara artistik akan sangat menyenangkan dan dapat merampungkan pekerjaan yang dibutuhkan, sebuah perkawinan antara seni dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan sebuah kesuksesan secara menyeluruh.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Fokus utama dari desain:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Perbaikan/penentuan yang cepat</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Berpikir seperti seorang pengguna (user)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Berani mencoba <span> </span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Melibatkan pengguna (user)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="background:yellow none repeat scroll 0 50%;font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Diulang</span></li>
</ol>
<h2><a rel="bookmark" href="http://panjitapen.wordpress.com/2007/09/30/corbacommon-object-request-broker-architecture/"><span style="color:#105cb6;">CORBA(Common Object Request Broker Architecture)</span></a></h2>
<p class="postinfo">Ditulis pada <span class="postdate"><span style="color:#a12a2a;">September 30, 2007</span></span> oleh panjitapen</p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>Sistem Terdistribusi</strong> </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Mari kita bayangkan masa depan, saat hampir semua aktivitas manusia memanfaatkan komputer sebagai sarana utamanya. Berbagai basis data berskala besar telah disimpan dalam format elektronis. Demikian pula berbagai aplikasi yang mendasarkan pada basis data telah dikomputerisasi dalam sebuah lingkungan jaringan komputer yang meliputi berbagai instansi dan perusahaan. Pada saat itu dimensi ruang benar-benar telah berkontraksi sedemikian rupa sehingga dunia maya seakan-akan telah menjadi dunia nyata dan berbagai aspek kehidupan manusia terhubung melalui suatu jaring-jaring yang amat kompleks. </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Ilustrasi berikut ini bisa menggambarkannya. Misalnya si A sakit dan pergi ke dokter langganannya. Jika hasil diagnosa mengharuskan si A harus masuk ke rumah sakit, maka pemilihan RS dan pemesanan tempat dapat dilakukan pada saat itu juga melalui komputer di tempat praktek dokter. Selanjutnya komputer di RS dapat mengontak komputer perusahaan asuransi kesehatan untuk pengurusan pembayaran biayanya. Jika si A memerlukan obat atau peralatan khusus, maka komputer si dokter dapat memberitahu di apotik mana obat atau peralatan tersebut tersedia. Cerita ini dapat diperpanjang, tapi intinya adalah bahwa satu aksi dapat memicu berbagai aktivitas lain yang saling berhubungan. </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Ilustrasi di atas nampaknya tidak lagi jauh dari kenyataan yang ada saat ini. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa teknologi untuk menuju ke sana saat ini sudah dimiliki manusia. Selain teknologi mikroelektronik dan telekomunikasi, maka teknologi lain yang berperanan penting adalah teknologi sistem komputer terdistribusi <em>(distributed computer systems)</em>. </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.17in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Sistem komputer terdistribusi adalah sebuah sistem yang memungkinkan aplikasi komputer beroperasi secara terintegrasi pada lebih dari satu lingkungan yang terpisah secara fisis. Sistem informasi kesehatan yang diilustrasikan di atas menunjukkan komponen-komponen aplikasi yang terdistribusi (di tempat praktek dokter, di rumah sakit, di apotik, dan di perusahaan asuransi kesehatan). Ciri khas sistem komputer terdistribusi adalah heterogenitas dalam berbagai hal: perangkat keras, sistem operasi, dan bahasa pemrograman. Adalah tidak mungkin untuk mengembangkan sistem terdistribusi yang homogen secara paksaan, karena secara alamiah sistem komputer terdistribusi tumbuh dari lingkungan yang heterogen. Kata kunci dalam menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul adalah interoperabilitas <em>(interoperability)</em>.<br />
</span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>CORBA</strong><br />
Interoperabilitas adalah kemampuan saling bekerjasama antar sistem komputer. Sebenarnya interoperabilitas bukanlah barang baru, karena protokol komunikasi datapun (TCP/IP misalnya) pada dasarnya diciptakan untuk mewujudkan interoperabilitas. Yang belum banyak dikenal adalah interoperabilitas pada level perangkat lunak aplikasi. </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Dalam konteks sistem komputer terdistribusi, meskipun komponen-komponen aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman yang berbeda, menggunakan development tools yang berbeda, dan beroperasi di lingkungan yang beragam, mereka tetap harus dapat saling bekerjasama. </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Interoperabilitas perangkat lunak menuntut homogenitas pada suatu level tertentu. Untuk itu diperlukan semacam ’standarisasi’. Berawal dari keperluan ini lahirlah <strong>CORBA</strong> <em>(Common Object Request Broker Architecture)</em>. CORBA adalah hasil ‘kesepakatan’ antara sejumlah vendor dan pengembang perangkat lunak terkenal seperti IBM, Hewlett-Packard, dan DEC, yang tergabung dalam sebuah konsorsium bernama <strong>OMG</strong> (Object Management Group). </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">CORBA adalah sebuah arsitektur software yang berbasis pada teknologi berorientasi obyek atau <em>Object Oriented </em>(OO) dengan paradigma <em>client-server</em>. Dalam terminologi OO, sebuah obyek berkomunikasi dengan obyek lain dengan cara pengiriman pesan (message passing). Konteks komunikasi ini kemudian dipetakan ke dalam model <em>client-server</em>: satu obyek berperan sebagai <em>client</em> (si pengirim pesan) dan yang lain bertindak sebagai <em>server</em> (yang menerima pesan dan memroses pesan yang bersangkutan). Sebagai contoh, dalam ilustrasi di awal tulisan ini, jika si pasien memerlukan obat tertentu, maka obyek aplikasi di tempat praktek dokter berlaku sebagai <em>client</em> dan mengirim pesan ke obyek aplikasi di apotik guna mengetahui apakah obat yang diperlukan tersedia di sana. </span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.17in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Keunikan dari CORBA adalah kemampuannya dalam menangani heterogenitas antara <em>client</em> dan <em>server</em> (dalam terminologi CORBA, obyek <em>server</em> dinamakan <strong>implementasi obyek</strong> <em>(object implementation)</em>. Keduanya dapat saja diimplementasikan dalam hardware, sistem operasi, bahasa pemrograman, dan di lokasi yang berbeda, tetapi tetap bisa saling berkomunikasi. Kuncinya ada pada sebuah lapisan software yang disebut dengan <strong>ORB</strong><em>(Object Request Broker)</em></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="color:#000000;">Tidak seperti pada lazimnya bahasa OO (C++ atau Java), proses pengiriman pesan dari <em>client</em> ke implementasi obyek tidak dilakukan secara langsung. Pertama, <em>stub</em> dan <em>skeleton</em> “mengisolasi” <em>client</em> dan implementasi obyek dari tugas-tugas level rendah seperti proses <em>marshalling</em> dan <em>unmarshalling</em> data. Selanjutnya ORB berfungsi sebagai “pialang” yang menjembatani heterogenitas antara kedua obyek. ORB menangani perbedaan platform, pelacakan lokasi obyek, dan proses transfer pesan sedemikian rupa sehingga transparan terhadap kedua obyek. Dengan demikian pemrograman <em>client</em> dan implementasi obyek bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada aspek fungsionalitas keduanya. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mekanisme yang ditunjukkan pada Gambar 1 merupakan dasar operasi sistem berbasis CORBA. Sebagai contoh, dalam kasus si A di atas, program di tempat praktek dokter bertindak sebagai <em>client</em> bagi program di rumah sakit. Bila si A perlu dirawat di rumah sakit, maka program sang dokter akan mengirimkan pesan ke program di rumah sakit melalui ORB. Menariknya, kedua program tersebut dapat dikembangkan tanpa perlu banyak ikatan antara keduanya, misalnya menggunakan bahasa pemrograman apa, sistem operasi apa, dan sebagainya. Cukup berangkat dari sebuah ‘kesepakatan’ yang dituangkan dalam sebuah <em>interface</em> (lihat bagian tentang Pemrograman Berbasis CORBA), maka kedua program tersebut bisa dikembangkan secara independen</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/u64i.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/u64i.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/u64i.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/u64i.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=6&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/gui-vs-nui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/600af076b2d337d8d619262b33a9be26?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">u64i</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/files/2007/08/cscr.png" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar CSCR 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amutiara.files.wordpress.com/2007/08/compare.png" medium="image">
			<media:title type="html">compare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/amutiara/files/2007/08/cscr.png" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar CSCR 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_vCu7OCsY0Ro/RxuEcKruk5I/AAAAAAAAAKk/dxlC6ZOQ9bA/s200/yahoo_messenger.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mobile dan Seluler</title>
		<link>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/mobile-dan-seluler/</link>
		<comments>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/mobile-dan-seluler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 16:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>u64i</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://u64i.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[MObile merupakan telekomunikasi bergerak(mobile technology) yang mengalami perkembangan yang sangat cepat dimulai dengan layanan yang kita kenal 1G sampai dengan 4G dan bahwakan 5G . Tidak sampai setahun teknologi komunikasi baru mulai dioperasikan di Indonesia yang kita kenal dengan teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) salah satu operatornya adalah PT.Komselindo. AMPS digolongkan dalam generasi pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=4&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MObile merupakan telekomunikasi bergerak<em>(mobile technology)</em> yang mengalami perkembangan yang sangat cepat dimulai dengan layanan yang kita kenal 1G sampai dengan 4G dan bahwakan 5G .</p>
<p>Tidak sampai setahun teknologi komunikasi baru mulai dioperasikan di Indonesia yang kita<br />
kenal dengan teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) salah satu operatornya adalah<br />
PT.Komselindo. AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak<br />
yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan<br />
menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA,user<br />
dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal<br />
sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik<br />
dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi<br />
frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang<br />
relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang<br />
besar.<br />
Generasi Kedua Telekomunikasi Bergerak (2G)<br />
GSM(Global System for Mobile Communications) mulai menggeser AMPS diawal tahun 1995,<br />
PT.Telkomsel dan PT.Satelido (sekarang PT.Indosat) adalah dua operator pelopor teknologi<br />
GSM di Indonesia. GSM menggunakan teknologi digital. Ada beberapa keunggulan<br />
menggunakan teknologi digital dibandingkan dengan analog seperti kapasitas yang besar,sistem<br />
security yang lebih baik dan layanan yang lebih beragam.</p>
<p>GSM menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA(Frequency Division Multiple<br />
Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) yang awalnya bekerja pada frekuensi 900<br />
Mhz dan ini merupakan standard yang pelopori oleh ETSI (The European Telecommunication<br />
Standard Institute) dimana frekuensi yang digunakan dengan lebar pita 25 KHz Pada band<br />
frekuensi 900 Mhz. Pita frekuensi 25 KHz ini kemudian dibagi menjadi 124 carrier frekuensi<br />
yang terdiri dari 200 KHz setiap carrier. Carrier frekuensi  200 KHz ini kemudian dibagi<br />
menjadi 8 time slot dimana setiap user akan melakukan dan menerima panggilan dalam satu<br />
time slot berdasarkan pengaturan waktu.</p>
<p>Teknologi GSM sampai saat ini paling banyak digunakan di Dunia dan juga di Indonesia karena<br />
salah satu keunggulan dari GSM adalah kemampuan roaming yang luas sehingga dapat dipakai<br />
diberbagai Negara. Akibatnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.</p>
<p>Keceptan akses data pada jaringan GSM sangat kecil yaitu sekitar 9.6 kbps karena pada awalnya<br />
hanya dirancang untuk penggunaan suara. Saat ini pelanggan GSM di Indonesia adalah sekitar<br />
35 juta pelanggan.</p>
<p>CDMAOne  (Code Division Multiple Access) merupakan standard yang dikeluarkan oleh<br />
Telecommunication Industry Association (TIA) yang menggunakan teknologi Direct Sequence<br />
Spread Spectrum(DSSS) dimana frekuensi radio 25 MHz pada band frekuensi 1800MHz dan<br />
dibagi dalam 42 kanal yang masing-masing kanal terdiri dari 30KHz. Kecepatan akes data yang<br />
bisa didapat dengan teknologi ini adalah sekitar 153.6 kbps.</p>
<p>Dalam CDMA,seluruh user menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama. Oleh<br />
karena itu, CDMA lebih efisien dibandingkan dengan metoda akses FDMA maupun TDMA.<br />
CDMA menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan yang lain</p>
<p>Pada tahun 2002 teknologi CDMA mulai banyak digunakan di Indonesia. Teknologi CDMA<br />
2000 1x adalah teknologi yang mangamai perkembangan yang baikdi Indonesia. Berarti baru<br />
diperkenalkan sekitar 7 tahun  terlambat dibandingkan dengan GSM.</p>
<p>GSM dan CDMA merupakan teknologi digital. Meskipun secara teknologi CDMA 20001x lebih<br />
baik dibandingkan dengan GSM akan tetapi  kehadiran CDMA ternyata tidak membuat<br />
pelanggang GSM berpaling ke CDMA. Ada beberapa keunggulan teknologi CDMA<br />
dibandingkan dengan GSM seperti suara yang lebih jernih, kapasitas yang lebih besar, dan<br />
kemampaun akses data yang lebih tinggi.</p>
<p>Berbeda dengan metode akses TDMA dan FDMA, maka CDMA menggunakan kode-kode<br />
tertentu untuk membedakan setiap uses pada frekuensi yang sama. Karena menggunakan<br />
frekuensi yang sama maka daya yang dipancarkan ke BTS dan juga daya yang diterima harus<br />
diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu user yang lain  baik dalam sel yang sama<br />
atau sel yang lain dan ini dapat diwujudkan dengan menggunakan mekanisme power control.</p>
<p>Ada beberapa operator di Indonesia yang telah mengimplementasikan teknologi CDMA 2000<br />
1x ini seperti Telkom yang dikenal dengan Flexi, Indosat dengan nama StarOne, Mobile 8<br />
dengan nama Fren, Bakrie telecom dengan nama Esia. Operator CDMA di Indonesia<br />
dikategorikan kedalam kategori FWA (Fixed Wireless Access) sehingga mobilitasnya sangat<br />
terbatas padahal CDMA juga bisa seperti GSM dengan kemampuan mobilitas penuh.</p>
<p>Generasi kedua-setengah Telekomunikasi Bergerak (2.5G)<br />
Pada awalanya akses data yang dipakai dalam GSM  sangat kecil hanya sekitar 9.6 kbps karena<br />
memang tidak dimaksudkan untuk akses data kecepatan tinggi.Teknologi yang digunakan GSM<br />
dalam akses data pada awalnya adalah WAP  (Wireless Application protocol) tetapi tidak<br />
mendapat sambutan yang baik dari pasar. Kemudian diperkenalkan teknologi GPRS(General<br />
Packet Data Radio Services) pertama sekali oleh PT.Indosat Multi Media (IM3) pada tahun<br />
2001 di Indonesia. Secara teoritis kecepatan akses data yang dicapai dengan menggunakan<br />
GPRS adalah sebesar 115 Kbps dengan throughput yang didapat hanya 20 – 30 kbps. GPRS<br />
juga memungkinkan untuk dapat berkirim MMS  (Mobile Multimedia Message) dan juga<br />
menikmati berita langusng dari Hand Phone secara real time.Pemakaian GPRS lebih ditujukan<br />
untuk akses internet yang lebih  flexibel dimana saja,kapan saja,  kita dapat melakukannya<br />
asalkan masih ada sinyal GPRS.</p>
<p>Selama ini operator telekomunikasi bergerak yang sudah mengimplementasikan GPRS sudah<br />
membuat berbagai pola pentarifan mulai dari pentarifan berdararkan harga per KB data yang<br />
didownload sampai dengan fixed rate dimana setiap pemakai GPRS dapat menggunakan 24 jam<br />
dikenakan biaya sebesar tertentu misakanya Rp350.000 per bulan.Ketika pentarifan fixed rate<br />
ditetapkan sudah mendapat sambutan yang cukup banyak dari pemakai GPRS termasuk saya<br />
yang bisa memakai internet di rumah dan dikantor hanya dengan modal sebuah handphone<br />
dengan kemampuan GPRS dan sebuah labtop atau PC. Program ini tidak dilanjutkan, hanya<br />
sekitar satu tahun, kemudian pentarifan GPRS dikembalikan ke pola semula berdasarkan jumlah<br />
data yang di download. Akhirnya pemakai GPRS  menurun drastis karena jika kita hanya<br />
memakai untuk akses internet misalnya browsing, email dan chatting saja kita akan membayar<br />
sekitar 1-2 juta rupiah perbulan. Dengan biaya bulanan seperti ini akan sedikit yang mampu<br />
memakai GPRS untuk mengakses internet.</p>
<p>Setelah itu ada lagi teknologi yang disebut dengan EDGE  (Enhanced Data for Global<br />
Evolusion) yang hanya sempat diimplementasikan oleh PT.Telkomsel dan lewat begitu saja dan<br />
hanya terdengar gemanya ketika ujicoba melihat liputan 6 SCTV dari handphone yang dilihat<br />
langusng oleh meteri perhubungan saat itu. kecepatan akses data dengan teknologi ini mencapai<br />
3-4 kali kecepatan yang didapat di GPRS.</p>
<p>UMTS(Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan lanjutan teknologi dari<br />
GSM/GPRS/EDGE yang merupakan standard telekomunikasi generasi ketiga dimana salah satu<br />
tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan<br />
dengan GRPS dan EDGE.</p>
<p>Kecepatan akese data yang bisa didapat dari UMTS adalah sebesar 384 kbps pada frekuensi<br />
5KHz sedangkan kecepatan akses yang didapat dengan CDMA1x ED-DO Rel0 sebesar 2.4<br />
Mbps pada frekuensi 1.25MHz dan CDMAx ED-DO relA sebesar 3.1Mbps pada frekuensi<br />
1.25MHz yang merupakan kelanjutan dari teknologi CDMAOne. Berbeda dengan GPRS dan<br />
EDGE yang merupakan overlay terhadap GSM, maka 3G sedikit berbeda dengan GSM dan<br />
cenderung sama dengan CDMA.</p>
<p>3G yang oleh ETSI disebut dengan UMTS (Universal Mobile Telecommunication Services)<br />
memilih teknik modulasi WCDMA(wideband CDMA). Pada WCDMA digunakan frekuensi</p>
<p>radio sebesar 5 Mhz pada band 1.900 Mhz (CdmaOne dan CDMA 2000 menggunakan spectrum<br />
frekuensi sebesar 1.25 MHz) dan menggunakan chip rate tiga kali lebih tinggi dari CDMA 2000<br />
yaitu 3.84 Mcps (Mega Chip Per Second).</p>
<p>Secara teknik dalam jaringan UMTS terjadi pemisahan antara circuit switch (cs) dan packet<br />
switch (ps) pada link yang menghubungkan mobile equipment (handphone) dengan BTS (RNC)<br />
sedangkan pada GPRS dan CDMA 2000 1x  tidak terjadi pemisahan melainkan masih<br />
menggunakan resource yang sama di air interface (link antara Mobile Equipment dengan Base<br />
Station). HSPDA (Higth Speed Packet Downlink Access) merupakan kelanjutan dari UMTS<br />
dimana ini menggunakan frekuensi radio sebesar 5MHz dengan kecepatan mencapai 2Mbps.</p>
<p>Ada 5 operator telekomunikasi di Indonesia yang telah memiliki lisensi 3G(IMT 2000). Tiga<br />
diantara operator tersebut adalah operator yang telah memberikan layanan telekomunikasi<br />
generasi kedua (GSM) dan kedua setengah  (GPRS). Jika operator tersebut akan<br />
mengimplementasikan teknologi UMTS maka ada penambahan perangkat seperti base station<br />
(Node B) dan RNC(Radio Network Controller) dan upgrade software. Adapun yang harus di<br />
upgrade adalah pada radio akses karena GSM menggunakan metode akses TDMA dan FDMA<br />
dan menggunakan frekuensi radio 900KHz dan 1800 MHz sedangkan UMTS menggunakan<br />
metode akses WCDMA(Wideband Code Division Multiple Access) dengan frekuensi radio 5<br />
MHz. oleh karena itu perlu penambahan radio access network control (RNC) dan juga perlu<br />
penambahan base station WCDMA (Node B) dan tentunya juga terminal harus diganti dan juga<br />
upgrade software pada MSC,SGSN dan GGSN.</p>
<p>Oleh karena itu untuk mengimplementasikan UMTS sebagai teknologi generasi ketiga<br />
membutuhkan biaya yang besar. Biaya tersebut diperuntukkan untuk membayar lisensi 3G<br />
kepada pemerintah, membayar lisensi 3G kepada vendor 3G, biaya penambahan Base Station/<br />
Node B, RNC(Radio Network Controller) dan biaya upgrade software pada MSC (Mobile<br />
Switching Centre), SGSN(Serving GPRS Support Node), GGSN(Gateway GPRS Support<br />
Node) dan jaringan lain.</p>
<p>Salah satu contoh layanan yang paling terkenal dalam 3G adalah video call dimana gambar dari<br />
teman kita bicara dapat dilihat dari handphone 3G kita. Layanan lain adalah , video conference,<br />
video streaming, baik untuk Live TV maupun video portal, Video Mail, PC to Mobile, serta<br />
Internet Browsing.</p>
<p>Tantangan yang muncul adalah, Apakah pelanggan membutuhkan layanan tersebut?Jawabannya<br />
kita bisa perdebatkan. Adalah sangat bijaksana jika kita melihat layanan sebelumnya yang sudah<br />
pernah ada. Kita mulai dengan layanan WAP (Wireless Application Protocol) pada jaringan<br />
GSM dimana kita bisa mengakses berita melalui handphone berarti kita bisa melakukannya<br />
dimana saja dan kapan saja. Apakah layanan ini digolongkan sukses? Sangat sedikit orang yang<br />
menggunakannya waktu itu sehingga saya menyebutnya layanan yang tidak sukses.<br />
Kenapa tidak sukses? Selain dari faktor utama kebayakan pengguna belum membutuhkan, akses<br />
data yang lambat dibandingkan dengan akses lain seperti dial-up dan WLAN merupakan alasan<br />
lain dan juga pelanggan kurang puas dengan tampilan yang kecil di layar handphone.</p>
<p>Sekarang kita bandingkan dengan layanan SMS (Short Message Services) yang awalnya tidak<br />
diperkirakan akan menjadi success story karena hanya teks singkat. Lalu kenapa sms menjadi<br />
killer application? Alasan pertama adalah, SMS tidak membutuhkan banyak perangkat<br />
tambahan dalam jaringan GSM sehingga tidak membutuhkan investasi yang besar dan yang<br />
kedua teknologi SMS mudah dimengerti, mengirim dan menerima sms itu mudah maka orang<br />
mudah mengerti fungsinya sehingga mereka menilainya layanan yang realistis.<br />
Banyak orang mempelajari fenomena sms ini tetapi tidak dapat dibuat suatu rumusan yang baku<br />
untuk membuat layanan baru supaya bisa sukses seperti sms. Akan tetapi ada beberapa yang</p>
<p>dapat dipalari dari keseksesan sms untuk memberikan layanan baru  yaitu:<br />
Layanan yang diberikan harus sederhana   Implentasi teknologinya juga harus mudah   Interoperabiliti dengan jaringan lain dibuat semudah mungkin   Fungsi dari layanan tersebut harus mudah dimengerti   Pola pentarifan yang digunakan disesuaikan dengan layanan sejenis.</p>
<p>UMTS merupakan kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS dimana perbedaan utamanya adalah<br />
kemampuan akses data yang lebih cepat. Kecepatan akses data dalam UMTS bisa mencapai<br />
2Mbps (indoor dan low range outdoor). Akan tetapi jika kita bandingkan dengan GPRS maka<br />
kecepatan datanya juga bisa mencapai 115 kpbs dimana untuk penggunaan akes internet sudah<br />
memadai.Dalam analisa saya, GPRS kurang sukses di pakai di Indonesia karena belum banyak<br />
pelanggan yang membutuhkan akes internet dalam keadaan bergerak, tarif yang mahal<br />
dibandingkan dengan layanan yang diberikan oleh WLAN, kecepatan akses data yang belum<br />
stabil merupakan beberapa alas an kurang suksesnya implementasi teknologi GPRS.</p>
<p>Generasi keempat Teknologi Telekomunikasi Bergerak (3.5G dan 4G)<br />
Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000<br />
di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps,30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada<br />
layanan 3G.. Kecepatan akses tersebut  didapat dengan mengguanakan teknologi<br />
OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier.Di Jepang layanan<br />
generasi keempat ini sudah di implementasikan.</p>
<p>Sedangkan Seluler   Secara harfiah, kata ini berarti tentang <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=cell">sel</a>.</p>
<hr />Di dalam bidang <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=telecommunication">telekomunikasi</a>, istilah ini diartikan pembagian daerah berdasarkan jangkauan <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=signal">sinyal</a> dari stasiun pemancar ke pesawat penerima. Misalnya dalam teknologi komunikasi bergerak (<a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=handphone">handphone</a>), bagaimana suatu daerah atau kota dapat dijangkau berdasarkan daya pancar sinyal  yang ada pada <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=Base%20Transceiver%20Station">Base Transceiver Station</a> (BTS). Daerah tersebut dibagi dalam beberapa sel, dimana pada setiap sel ditempatkan satu pemancar (BTS), sampai akhirnya semua daerah yang dikehendaki dapat dijangkau dalam bentuk sel-sel.</p>
<p>Telepon genggam, biasanya disebut juga dengan <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=cellular">cellular</a></p>
<hr />Merupakan pengembangan <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=technology">teknologi</a> <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=telephone">telepon</a>, dimana perangkatnya dapat digunakan sebagai perangkat untuk <a href="http://www.total.or.id/info.php?kk=mobile">mobile</a> atau berpindah-pindah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/u64i.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/u64i.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/u64i.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/u64i.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=4&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/mobile-dan-seluler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/600af076b2d337d8d619262b33a9be26?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">u64i</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Internet</title>
		<link>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/dampak-internet/</link>
		<comments>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/dampak-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 15:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>u64i</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://u64i.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[“DAMPAK INTERNET DITINJAU DARI SISI  PENDIDIKAN  DAN  KRIMINALITAS” apabila  kita  hubungkan  dengan tantangan tugas  yang dihadapi  Polri pada saat ini  dan pada masa  yang akan datang  yang sangat bervariasi  dan semakin meningkat,  khususnya   pengaruh globalisasi  yang  menyangkut  perkembangan ilmu  pengetahuan  dan teknologi, terutama  dalam bidang  informasi,  komunikasi  dan transportasi  yang mengakibatkan  dunia  semakin  transparan  dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=3&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:small;"> “<strong>DAMPAK</strong> <strong>INTERNET</strong> DITINJAU  DARI SISI  PENDIDIKAN  DAN  KRIMINALITAS” </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:small;">apabila  kita   hubungkan  dengan tantangan tugas  yang dihadapi  Polri pada saat ini  dan pada masa   yang akan datang  yang sangat bervariasi  dan semakin meningkat,   khususnya   pengaruh globalisasi  yang  menyangkut   perkembangan ilmu  pengetahuan  dan teknologi, terutama   dalam bidang  informasi,  komunikasi  dan transportasi   yang mengakibatkan  dunia  semakin  transparan   dan membuat  dunia  seperti  tanpa batas. Demikian juga  dengan penggunaan  teknologi  canggih  dibidang   informasi,  komunikasi   khususnys  penggunaan komputer,   <strong>Internet</strong> untuk kebutuhan  perdagangan  ( E &#8211; Commercial  )  di Indonesia  yang  telah mulai  marak.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Oleh karena  perkembangan  teknologi  canggih  tersebut  konsekwensinya  melahirkan   modus  operandi  baru  terhadap  perbuatan-perbuatan   yang  melawan hukum  dan tindak  pidana yang  sebelumnya   belum  pernah  dikenal sama sekali, sehingga  memerlukan   pula  suatu  sistem  hukum  yang didasarkan   pada prinsip-prinsip  hukum  yang baru pula.  Sebagaimana  halnya  dengan  ketentuan  hukum  yang berlaku   dalam dunia  maya  misalnya  untuk  hukum perjanjian   dan  tanda tangan  digital,.  Akser  ilegal   jaringan  komputer / penyalahgunaan  password  dalam   era  E- Commerce  saat  ini.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Para   peserta  seminar  dan  hadirin sekalian,</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Kondisi   yang  saya  uraikan tersebut,  sudah barang tentu menjadi   salah satu peluang   dalam bidang  kejahatan  yang  juga  akan  memanfaatkan  tekonologi  canggih   tersebut,  sebagaimana kita  ketahui  bahwa “ Crime   it  a product  of  Sociaty  it&#8217;s  self”   dalam artian  <strong>masyarakat</strong> itu  sendirilah  yang   menciptakan  bentuk,  jenis  dan jumlah  kejahatan   yang terjadi..</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Berdasarkan dengan tema   yang diberikan  kepada  saya,  maka  saya   meninjaunya  dari sisi  kriminalitas  saja.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Kehadiran   <strong>Internet</strong> memang  sangat banyak  manfaatnya  disamping   mempercepat  akan memperoleh  informasi,  juga   membuat  / menjadikan  dunia  tanpa  batas,    misalnya  melalui Situs  <strong>Internet</strong> digunakan untuk   menawarkan barang  dan  jasa  kemudian dilanjutkan   dengan  transaksi  yang berlangsung  melalui  <strong>Internet</strong>,  artinya  setelah  konsumen  melihat  gambaran   barang dan  uraian  jasa  di <strong>Internet</strong> kemudian   setuju  dan dilanjutkan  dengan  pembayaran  melalui   <strong>Internet</strong> dengan  menyebutkan nomor  kartu  kredit.    Disinilah tantangan  yang sering disebut  menyangkut   keamanan    transaksi,  dimana para  pengguna   jasa  merasa  khawatir  dengan menyebutkan  nomor   kartu  kreditnya  di  <strong>Internet</strong>.  Hal  ini dikarenakan   berpotensial  disalahgunakan.  Misalnya  penagihan   lebih  besar  dari  pada   harga  yang  disepakati,  nomor  kartu  kredit  bisa  digunakan   oleh  orang lain.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Oleh  karenanya,   disadari   atau  tidak  telah  datang   suatu  era  kriminal  berdimensi  baru  “THE   NEW  DIMENTION  OF   CRIME”  antara   lain  berupa  Cyber  Crime  ( Kejahatan Maya ).   Dan  hal ini  merupakan  suatu  bentuk  kejahatan   baru dengan  menggunakan  teknologi  tinggi    yang  secara  kuantitas  dan  kualitas  akan    terus  berkembang   dimasa   yang akan   datang.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Para   peserta  seminar  sekalian.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Eksistensi   <strong>Internet</strong> disamping  menjanjikan  sejumlah  harapan,   namun pada suatu  saat  yang  sama juga  memberikan   kecemasan- kecemasan  baru  antara  lain,  munculnya   kejahatan  baru  yang lebih  canggih   dalam  bentuk “CYBER  CRIME”.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Kejahatan  ini   misalnya  muncul   situs &#8211; situs  porno  dan   penyerangan  terhadap  privacy  seseorang.  Sebagaimana  situs porno yang menampilkan wajah Kris Dayanti yang sempat menghebohkan  beberapa tahun lalu. Hal ini sulit dibuktikan oleh polisi, karena polisi  tidak tahu dan sulit melacak siapa yang melakuakannya. Disamping   itu  mengingat  karakteristik  <strong>Internet</strong> yang  mengenal  batas &#8211; batas  teritorial  dan sepenuhnya   beroperasi  secara  virtual   ( maya ),  <strong>Internet</strong> juga melahirkan  aktifitas-aktifitas  baru yang  tidak  sepenuhnya  dapat  diatur oleh  hukum  yang berlaku  saat ini.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Adapun  <strong>dampak</strong> yang diakibatkan  oleh  <strong>Internet</strong> sampai  saat ini yang  terjadi  di Indonesia  berupa  :   kasus  pembobolan  Bank  BNI,  Pornografi,    pemesan  barang dengan data fiktif,  sedangkan  yang   pernah  terjadi  di Wilayah  Bogor ialah  kasus    menghasut  dan  memfitnah    yang    terjadi   di  salah satu  pabrik  ( WNA )   di  daerah Sukabumi.  Dengan  kasus  penghasutan    kepada  rekan-rekannya  serta  memfitnah  atasannya   yang  disampaikan  /  dikirim  Via  E -Mail.  Dalam pembuktiannya hal ini juga agak sulit, karena soft ware yang digunakan  unutk menghasut rekan-rekannya itu, begitu tau dilaporkan ke polisi,  maka si pemilik komputer buru-buru menghapus E-mail yang ada di hard  disk komputernya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Dihadapkan  dengan  kasus-kasus  yang demikan,  sulit  bagi Polri / Penyidik   untuk mengungkap  para  pelakunya,  sementara    yang  menggunakanya  itu  bisa siapa  saja   dan  dimana  saja  serta  kapan   saja.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Ada   beberapa  <strong>dampak</strong> <strong>Internet</strong> ditinjau  dari   sisi  kriminalitas  :</span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Arial;font-size:small;">E  -  COMMERCE.</span></li>
</ol>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">E   -  Commerce  pada  awalnya  bergerak  dalam   bidang  retail  seperti  perdagngan  CD  atau   buku  lewat  situs  dalam  WORD  WIDE   WEB  ( W W W ),  tapi  saat ini E &#8211; Commerce sudah   melangkah  jauh  menjangkau  aktifitas-aktifitas   dibidang  perbankan  dan  jasa  asuransi.</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Pada  umumnya    E- Commerce dapat dipahami  sebagai  transaksi  perdagangan   baik  barang  maupun jasa  lewat media  elektronik.</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Dalam  operasionalnya   E-Commerce  ini  dapat  berbentuk  B to B                   (Business  to  Business )   atau  B to   C   ( Business  to  Consummers ). </span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Dalam hal  B  to C,  umumnya  posisi  konsumen  tidak sekuat   perusahaan  dan  dapat  menimbulkan  beberapa   persoalan  yang  menyebabkan  para konsumen  agak  hati-hati  dalam melakukan  transaksi  lewat  <strong>Internet</strong>.</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Persoalan tersebut   antara  lain menyangkut  masalah  mekanisme  pembayaran   ( Payment  Mechanism )   dan  jaminan  keamanan   dalam  bertransaksi  ( Security  risk ).</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Persoalaan   jaminan  keamanan dalam  E-Commerce  pada umumnya   manyangkut  keamanan  data  Credit  card  si  konsumen  dan  keakuratan  barang  yang dipesan   serta  harganya,  sehingga  dalam ini  yang dirugikan   bisa  si  penjual  ataupun  si  konsumen.</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Misalnya  di   khawatirkan  tidak ada  alamat  si  penjual   sehingga  bila  tidak  cocok,  kemana  dikembalikan  ?.   Demikian  juga  belum  tentu  alamat   pengirim  barang  adalah  orang  yang memiliki   data  kartu  kredit  tersebut.</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Pengaturan   pajak  merupakan  persoalan  yang tidak mudah  untuk  diterapkan  dalam transaksi  E &#8211; Commerce  tersebut   diantara  kawan  baik   si  penjual  maupun   si  konsumen  sama &#8211; sama  sulit  dilaksanakan   secara  fisik,  disamping  itu masing-masing negara   juga  berbeda  dalam  penerapan / perhitungan  pajak   suatu barang.</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">2.  COPY   RIGHT   (  HAK  CIPTA  ).</span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Masalah   perlidungan hak cipta di <strong>internet</strong> perlu memperoleh perhatian mengingat  segala sesuatu dikomunikasikan dalam sebuah Bulletin Board System (BBS)  yang tunduk pada aturan perlindungan hak cipta, sifat medium tersebut  meskipun beroperasi secara virtual, namun hal tersebut merupakan ekspresi  dari  ide seseorang  yang kemudian difikasi dalam sebuah medium  yang berwujud (tangible medium) dan oleh karenanya berhak untuk memperoleh  perlindungan berkaitan dengan masalah ini ada beberapa contoh aktivitas  di <strong>Internet</strong> yang memiliki implikasi adanya perlindungan hak cipta. Demikian  juga terhadap kejadian yang menimpa mahasiswa di bandung. Meskipun dalam  hal ini belum meraambah ke <strong>internet</strong>, namun kejadian ini didukung oleh  kecanggihan teknologi yang digunakannya. Oleh karenannya terhadap pembuat/penjual   dapat dikenakan pasal 282 KUHP.</span></p>
</ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;"> </span></p>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Arial;font-size:small;">DEFAMATION  (  Pencemaran     Nama  Baik )</span></li>
</ol>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;"> </span></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Suatu    tindakan digolongkan  sebagai  “Defamation”  adalah   apabila  mempublikasikan  materi/berita  yang cenderung   merugikan  seseorang, profesionalisme  atau  merusak   repputasi  bisnis  seseorang  atau  sebuah   perusahaan  yang menyebabkan   yang bersangkutan   dijauhi  oleh  lingkunganya.  Hakikat   dari   “Defamation”  itu  adalah  perusakan  terhadap   reputasi   atau   privacy    seseorang   bukan  disebabkan  karena  berita  itu  tidak  benar.   Masalah  defamation  ini perlu  memperoleh   perhatian  karena  intensitasnya  akan  lebih   meningkat  dan semakin   canggih   dengan   menggunakan  media  <strong>Internet</strong>.</span></p>
</ul>
<ol type="1">
<li><span style="font-family:Arial;font-size:small;">CONTENT  REGULATION.</span></li>
</ol>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Pengaturan   mengenai  isis  ( Content )  <strong>Internet</strong> merupakan   persoalaan yang pelik, karena  <strong>Internet</strong> bukan Televisi   atau  media  lainnya  yang sejenis.  <strong>Internet</strong> tidak  bisa   tunduk   begitu   saja    kepada   “National  Content  Regulation”&#8217;   karena ia  beroperasi  secara   virtual  dan  lintas  batas.  Untuk sementara  pendekatan  yang  paling   mungkin  untuk  dilakukan  untuk    mengatur   mengenai   content  regulation    ini  antara  lain   melalui,  pertama,   pelarangan  terhadap   situs -  situs    yang  diklasifikasikan   mengandung   tendensi   ofensif   dan destruktif   terhadap kehidupan   <strong>masyarakat</strong> misalnya  pornografi,  propaganda   politik,  dan  ssebagainya.  Persoalaannya  adalah   siapa  yang harus  bertanggungjawab  untuk  mengawasi   masalah ini.  Kedua,  Self-Regulation   dalam bentuk   Filtering,  labelling  dan  blocking.</span></p>
</ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;"> 5.  INTERNATIONAL  ISSUES.</span></p>
<ul>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:small;">Fokus   utama  dalam  isu-isu  International  mengenai <strong>Internet</strong> ini didasarkan  atas  fakta  bahwa <strong>Internet</strong> tidak  tunduk  kepada  batas-batas  teritorial  suatu   negara, sehingga  aturan  yang dibuat  oleh masing-masing   negara  akan  menghadapi  kenyataan  aturan   tersebut  sulit  untuk  diaplikasikan.   Dari   beberapa  contoh  ruang lingkup  cyber  crime diatas   semuanya harus  memperhatikan aspek-aspek  International    yang  melekat  pada setiap  transaksi  atau   aktivitas  yang dilakukan  di  <strong>Internet</strong>.    Secara umum  dapat dikatakan disini,  untuk setiap  regulasi   yang akan  dibentuk   harus  didasarkan  atas    suatu  kesepakatan Internasional  dalam bentuk  sebuah  “UMBRELLA  PROVISION”    yang  nantinya   akan dijadikan  “COMMON PLATFORM” oleh  setiap  negara   dalam  mengatur  transaksi-transaksi  di  <strong>Internet</strong>.</span></p>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/u64i.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/u64i.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/u64i.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/u64i.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=3&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/dampak-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/600af076b2d337d8d619262b33a9be26?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">u64i</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/hello-world/</link>
		<comments>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 15:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>u64i</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=1&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/u64i.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/u64i.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/u64i.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/u64i.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=u64i.wordpress.com&amp;blog=4011392&amp;post=1&amp;subd=u64i&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://u64i.wordpress.com/2008/06/18/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/600af076b2d337d8d619262b33a9be26?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">u64i</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
